Text
Data Dasar Aspek Sosial Terumbu Karang Indonesia: Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau
Perairan laut Desa Limbung yang mencapai hampir separuh dari luas desa, mengandung kekayaan sumber daya laut yang besar. Jenis SDL yang menonjol dan merupakan hasil tangkapan utama nelayan adalah kepiting/ketam, cumi-cumi, disamping ikan bilis. Tingginya potensi SDL ini juga telah mendorong perkembangan sektor lain, yaitu industri pengolahan daging ketam (walau masih dalam skala kecil) yang dapat menyediakan kesempatan kerja pada penduduk Desa Limbung, khususnya perempuan. Daging ketam olahan dari Desa Limbung merupakan produk SDL yang diekspor ke Singapura, disamping cumi- cumi kering (nus).
Potensi SDL yang tinggi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, karena minimnya sarana-prasarana penangkapan, sehingga belum dapat memberikan pendapatan yang cukup ebsar kepada nelayan. Untuk memperoleh tambahan pendapatan, sebagain dari mereka memiliki pekerjaan sampingan di subsektor perkebunan karet dan tanaman pangan. Potensi sumber daya lahan untuk pengembangan perkebunan masih cukup besar, sehingga merupakan faktor yang kondusif untuk upaya pengembangan mata pencaharian alternatif (MPA) yang merupakan salah satu sasaran Program Coremap Fase II. Upaya pengembangan mata pencaharian alternatif juga dapat dilakukan untuk jenis-jenis pekerjaan yang masih bersinggungan dengan kegiatan kenelayanan yang tidak menimbulkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang, misalnya budidaya ikan kerapu dan kepiting bakau yang tampaknya diminati oleh nelayan Desa Limbung.
| 003BRIN | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain